Langsung ke konten utama

kami anak tanah ini lahir bersama dengki

Puisi kami anak tanah ini lahir bersama dengki


Sejak awan kelam berkelana di atas jagat
semenjak hitam garis tangan mengepal
bibir berbicara rancuh, meniup nafas gaib menebar prahara
lihat nenek moyong berdiri, mata mendelik hingga keluar bola mata
suara berat tertatih, mengumandang lantang di atas langit
gemuruh langit, awang terbelah

Di atas dunia ku tabur benih, di atas tanah mengalir darah
nafas kami berbisik dari ranting dan daun gugur
nyawa kami hidup bersama gemuruh angin 

Sementara petir menjilati bumi
ribuan bayi nyanyikan suara serak, menghina bahkan mengejek

kami anak tanah ini lahir bersama dengki
di susui tumbal darah nenek moyang hingga kami kuat

Bangkit dan berdiri di atas gunung, aroma nafas magis mengalir kuat hingga ke ubun
jari mencakar bumi, mengerang panjang membelah langit
ini pertanda perang dunia hitam, jiwa kami mengepul hitam pekat
hingga tak bisa lagi di bendung kekuatan murka

by jhoe wain

Postingan populer dari blog ini

sayap sayap patah - 2

sayap sayap patah - 2 Beginilah kisah itu terbuang  Dari muntahan yang tidak lagi menemani serapah menjadi amarah mengepak tak indah, awan di atas hitam tak lagi memukau mengkilau aku hamparan pasir putih ku selami menyibak deru air dari mata hambar lidah ku kecap manis cuma pengias cerita kembali menengadah menatap yang layak ku tatap namun tak berharap lebih bintang dibawah mu ku bernaung, bawah jiwa terbang bersama angin Lelah memang dunia sudah semakin menua sesak dada ku mengingat maya hanyalah teman aku mengais luka yang kian bernanah ini hingga dalam ke selaput hati ku buang saja tak pantas harus terus mengibah, terlanjur sudah mengingat sumpah biarkan saja jadi cerita kembali menengadah menatap yang layak ku tatap namun tak berharap lebih bintang dibawah mu ku bernaung, bawah jiwa terbang bersama angin Hingga akhirnya ku harus bangkit dan berdiri disini………. ku paksakan sayap sayap patah ku melintasi mimpi ku bawah pergi luka dan der...

Surat Untuk Keysa

Surat Untuk Keysa Malam seakan memenjarakan tubuh , menutupi bumi dengan kelam, suara alam mendayu, dari bibir bibir mungil siulan alam membuai, dingin sekujur tubuh halus di dalam lipatan hangat selimut pelipur lara malam ini hujan temani mimpi, membawah berita panjang tentang penantian jenuh wajah kekasih yang mulai buram dalam dekapan syadu membeku Keysa ,- suara itu mendesah di balik bibir malam yang kian mencekam, hening untuk sesaat.... keysa , kembali tertedengar nada lembut dan berat memanggil,- Keysa terjaga dari mimpi tidurnya, di tajamkan pendengaran namun rasa ngantuk tak bisa lagi di tahan, rebah seketika dalam hangat selimut mimpi Desiran malam kini berganti pagi, hembusan angin segar pegunungan membangunkan keysa dari mimpi panjangnya, sejenak terlihat mulut keysa berucap lirih melantunkan doa, inilah rutinitas Keysa setelah terjaga dari mimpi, hemm keysa menghembuskan nafas perlahan menikmati udara pagi yang menyegarkan tubuhnya Pagi ini saya harus...

samar terang

Puisi samar terang malam sudah seperti biasa hitam menghiasi sebagian hidup kala tenggelam di setiap lorong aku menghitung langkah berharap temukan ruang terang biar ku menepi derap langkah ku teratur membuat irama berbunyi ku kenal mencoba bersiul agar tak jenuh akan kah bertemu tempat ku tujuh sudah selangkah kini di depan ku lihat samar terang tak nampak masih meredup kalah ku dekat apakah harus aku menepi..? by jhoe wain