Langsung ke konten utama

Puisi Nafas Garuda

Puisi Nafas Garuda



Seketika menggelegar liar, lantang suara memekik
keras terdengar,.....hingga dari pulau ke pulau tertegun
Diam...suara kami satu kini kami jual
berapa jiwa mati mengenaskan di sana

kau bangkitkan..kau hidupkan
nafas kami satu tuan, serentak mengangguk berjalan ke depan
kami dari kalangan terbuang dari negeri terbuang ucap resah bibir berbau magis
bagai tersayat nadi tak berdarah rasa lalu kami, hilang kendali

Garuda lantang suara nafas bergemuruh kini
berbaris.......berbaris..........
satu kami ikatkan pinggang biar berderak maju tak goyah

pulau ke pulau barisan datang membentuk perisai
kami kuat tuan
jalan kami satu merah dan putih warna pedoman
berkibar, berkibar hingga terlihat sampai ke timur

by jhoe wain

Postingan populer dari blog ini

sayap sayap patah - 2

sayap sayap patah - 2 Beginilah kisah itu terbuang  Dari muntahan yang tidak lagi menemani serapah menjadi amarah mengepak tak indah, awan di atas hitam tak lagi memukau mengkilau aku hamparan pasir putih ku selami menyibak deru air dari mata hambar lidah ku kecap manis cuma pengias cerita kembali menengadah menatap yang layak ku tatap namun tak berharap lebih bintang dibawah mu ku bernaung, bawah jiwa terbang bersama angin Lelah memang dunia sudah semakin menua sesak dada ku mengingat maya hanyalah teman aku mengais luka yang kian bernanah ini hingga dalam ke selaput hati ku buang saja tak pantas harus terus mengibah, terlanjur sudah mengingat sumpah biarkan saja jadi cerita kembali menengadah menatap yang layak ku tatap namun tak berharap lebih bintang dibawah mu ku bernaung, bawah jiwa terbang bersama angin Hingga akhirnya ku harus bangkit dan berdiri disini………. ku paksakan sayap sayap patah ku melintasi mimpi ku bawah pergi luka dan der...

Surat Untuk Keysa

Surat Untuk Keysa Malam seakan memenjarakan tubuh , menutupi bumi dengan kelam, suara alam mendayu, dari bibir bibir mungil siulan alam membuai, dingin sekujur tubuh halus di dalam lipatan hangat selimut pelipur lara malam ini hujan temani mimpi, membawah berita panjang tentang penantian jenuh wajah kekasih yang mulai buram dalam dekapan syadu membeku Keysa ,- suara itu mendesah di balik bibir malam yang kian mencekam, hening untuk sesaat.... keysa , kembali tertedengar nada lembut dan berat memanggil,- Keysa terjaga dari mimpi tidurnya, di tajamkan pendengaran namun rasa ngantuk tak bisa lagi di tahan, rebah seketika dalam hangat selimut mimpi Desiran malam kini berganti pagi, hembusan angin segar pegunungan membangunkan keysa dari mimpi panjangnya, sejenak terlihat mulut keysa berucap lirih melantunkan doa, inilah rutinitas Keysa setelah terjaga dari mimpi, hemm keysa menghembuskan nafas perlahan menikmati udara pagi yang menyegarkan tubuhnya Pagi ini saya harus...

samar terang

Puisi samar terang malam sudah seperti biasa hitam menghiasi sebagian hidup kala tenggelam di setiap lorong aku menghitung langkah berharap temukan ruang terang biar ku menepi derap langkah ku teratur membuat irama berbunyi ku kenal mencoba bersiul agar tak jenuh akan kah bertemu tempat ku tujuh sudah selangkah kini di depan ku lihat samar terang tak nampak masih meredup kalah ku dekat apakah harus aku menepi..? by jhoe wain