Langsung ke konten utama

cinta berkabut duka

puisi cinta berkabut duka


Malam semakin sunyi mencekam, hati ku bertanya

kapan tangan ini kan merangkul, kapan lagi mata ini kan memandang

melihat langsung pijar mata mu, memandang lekat raut wajah mu


sungguh sesal ku mulai menghatui, dirimu pergi entah kemana, tak tau arah

mencoba mencari , dari seribu pengganti penyejuk hati

terasa lain, hati ini tak bisa berpaling


sering kali terucap lirh nama mu ke sebut

sering kali mata berkaca mengenang takdir ku

ku merindukan mu sayang ku

ku merindukan mu hingga perin mata merintih

ku merindukan hingga keluh mulut berucap

entalah angin malam bisa sampaikan
ku mohon kembali dalam pelukan ku

duka ini seakan berlarut

tak tau kenapa tak bisa hilang

hilang hingga lenyap


aku tak bisa bertahan lama, aku tak bisa hidup begini

jika waktu ku mungkin lama

ku mohon Tuhan pertemukan kita


kabut menghitam, hitam mencekam

piluh ku menyumbat lara, hingga perih luka mengangah

aku sendirian saja sejak saat itu

menangis ku ingin mengibah, menangis ku tak kian di dengar

sumpah rindu hati ku ini

ini cinta berkabut duka


kumpulan puisi by jhoe wain

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Puisi Dan Riwayat Hidup Chairil Anwar

Kumpulan Puisi Dan Riwayat Hidup Chairil Anwar Chairil Anwar (lahir di Medan, Sumatera Utara, 26 Juli 1922 – meninggal di Jakarta, 28 April 1949 pada umur 26 tahun), dijuluki sebagai " Si Binatang Jalang " (dari karyanya yang berjudul Aku), adalah penyair terkemuka Indonesia . Ia diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 sekaligus puisi modern Indonesia . Chairil lahir dan dibesarkan di Medan , sebelum pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) dengan ibunya pada tahun 1940, dimana ia mulai menggeluti dunia sastra. Setelah mempublikasikan puisi pertamanya pada tahun 1942, Chairil terus menulis. Pusinya menyangkut berbagai tema, mulai dari pemberontakan, kematian, individualisme, dan eksistensialisme, hingga tak jarang multi-interpretasi. Karya tulis yang diterbitkan Sampul Buku "Deru Campur Debu" Deru Campur Debu (1949) Kerikil Tajam dan Yang Te...

Surat Untuk Keysa

Surat Untuk Keysa Malam seakan memenjarakan tubuh , menutupi bumi dengan kelam, suara alam mendayu, dari bibir bibir mungil siulan alam membuai, dingin sekujur tubuh halus di dalam lipatan hangat selimut pelipur lara malam ini hujan temani mimpi, membawah berita panjang tentang penantian jenuh wajah kekasih yang mulai buram dalam dekapan syadu membeku Keysa ,- suara itu mendesah di balik bibir malam yang kian mencekam, hening untuk sesaat.... keysa , kembali tertedengar nada lembut dan berat memanggil,- Keysa terjaga dari mimpi tidurnya, di tajamkan pendengaran namun rasa ngantuk tak bisa lagi di tahan, rebah seketika dalam hangat selimut mimpi Desiran malam kini berganti pagi, hembusan angin segar pegunungan membangunkan keysa dari mimpi panjangnya, sejenak terlihat mulut keysa berucap lirih melantunkan doa, inilah rutinitas Keysa setelah terjaga dari mimpi, hemm keysa menghembuskan nafas perlahan menikmati udara pagi yang menyegarkan tubuhnya Pagi ini saya harus...

samar terang

Puisi samar terang malam sudah seperti biasa hitam menghiasi sebagian hidup kala tenggelam di setiap lorong aku menghitung langkah berharap temukan ruang terang biar ku menepi derap langkah ku teratur membuat irama berbunyi ku kenal mencoba bersiul agar tak jenuh akan kah bertemu tempat ku tujuh sudah selangkah kini di depan ku lihat samar terang tak nampak masih meredup kalah ku dekat apakah harus aku menepi..? by jhoe wain