Langsung ke konten utama

JENUH SEKUJUR TUBUH

Puisi Jenuh Sekujur Tubuh 


Melawan hati ku saja, jenuh sekujur tubuh

manalah mungkin raut hilang dalam ingatan semenit..?

rindu…

jika rindu membicarakan rasa

hati dan jiwa entahlah melayang kemana…..?

aku ego, diri mu menipu

kenapa cinta terbendung jarak jika bumi ini tak berbeda

aku dan dirimu masih di tanah yang sama…….

disini…

di atas awan ku labuhkan rasa

bersama angin ku selipkan rindu

aku merasakan getir sentuhan jiwa

terasa nyata walau tangan menyentuh bayang

kau hidup dalam hati ku

tumbuh begitu saja tak tau sebab kini mengakar di sanubari

pucuk pun mekar, seakan riang tak tau ku gelisah

harus bagaimana lagi ku berucap mesrah

harus bagaimana lagi ku ukir pelangi

aku hidup di antara bayang dan bayang

semu, ku akui tak sempurna lidah mengecap rasa

ku akui hambar jiwa menggenggam rindu

aku dan diri mu masih bersama mimpi kemarin

mengais sisa sisa harapan di atas gundukan terjal mentari terbenam

ku labuhkan garis hidup bersama senyum rembulan menyambut

satu hati, satu rasa, satu cinta

menunggu akhir cerita sempurna

biarkan ini menjadi sejati


by jhoe wain

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Puisi Dan Riwayat Hidup Chairil Anwar

Kumpulan Puisi Dan Riwayat Hidup Chairil Anwar Chairil Anwar (lahir di Medan, Sumatera Utara, 26 Juli 1922 – meninggal di Jakarta, 28 April 1949 pada umur 26 tahun), dijuluki sebagai " Si Binatang Jalang " (dari karyanya yang berjudul Aku), adalah penyair terkemuka Indonesia . Ia diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 sekaligus puisi modern Indonesia . Chairil lahir dan dibesarkan di Medan , sebelum pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) dengan ibunya pada tahun 1940, dimana ia mulai menggeluti dunia sastra. Setelah mempublikasikan puisi pertamanya pada tahun 1942, Chairil terus menulis. Pusinya menyangkut berbagai tema, mulai dari pemberontakan, kematian, individualisme, dan eksistensialisme, hingga tak jarang multi-interpretasi. Karya tulis yang diterbitkan Sampul Buku "Deru Campur Debu" Deru Campur Debu (1949) Kerikil Tajam dan Yang Te...

Surat Untuk Keysa

Surat Untuk Keysa Malam seakan memenjarakan tubuh , menutupi bumi dengan kelam, suara alam mendayu, dari bibir bibir mungil siulan alam membuai, dingin sekujur tubuh halus di dalam lipatan hangat selimut pelipur lara malam ini hujan temani mimpi, membawah berita panjang tentang penantian jenuh wajah kekasih yang mulai buram dalam dekapan syadu membeku Keysa ,- suara itu mendesah di balik bibir malam yang kian mencekam, hening untuk sesaat.... keysa , kembali tertedengar nada lembut dan berat memanggil,- Keysa terjaga dari mimpi tidurnya, di tajamkan pendengaran namun rasa ngantuk tak bisa lagi di tahan, rebah seketika dalam hangat selimut mimpi Desiran malam kini berganti pagi, hembusan angin segar pegunungan membangunkan keysa dari mimpi panjangnya, sejenak terlihat mulut keysa berucap lirih melantunkan doa, inilah rutinitas Keysa setelah terjaga dari mimpi, hemm keysa menghembuskan nafas perlahan menikmati udara pagi yang menyegarkan tubuhnya Pagi ini saya harus...

samar terang

Puisi samar terang malam sudah seperti biasa hitam menghiasi sebagian hidup kala tenggelam di setiap lorong aku menghitung langkah berharap temukan ruang terang biar ku menepi derap langkah ku teratur membuat irama berbunyi ku kenal mencoba bersiul agar tak jenuh akan kah bertemu tempat ku tujuh sudah selangkah kini di depan ku lihat samar terang tak nampak masih meredup kalah ku dekat apakah harus aku menepi..? by jhoe wain